Menghafal Al-Qur'an dan Manfaatnya

Kita belakangan disuguhkan dengan pemandangan di mana tren menghafal Al-Qur'an sedang naik. Rumah atau pondok tahfizhul Quran dibuka di mana-mana. Pesantren-pessantren yang telah bernama pun juga membuka program khusus tahfizhul Quran. Sekolah-sekolah Islam terpadu juga mulai memberikan hafalan wajib bagi siswa-siswanya.
Keutamaan Menghafal Al-Qur'an
Dalam beberapa hadits, kita bisa menemukan sabda Rasulullah SAW. yang menjelaskan keutamaan yang diterima bagi para penghafal Al-Qur'an. Salah satu keutamaannya adalah dimuliakan dan diangkat derajatnya di hari kiamat sebagaimana tertuang di dua hadits berikut:
يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك… ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن
Akan datang Al-Qur'an pada hari kiamat seperti lelaki yang berseri-seri wajahnya. Lalu ia bertanya kepada penghafalnya, “Apakah kamu mengenalku? Saya lah yang membuatmu begadang di malam hari dan membuatmu kehausan di siang hari." Kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” Kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar al-Quran.” (H. R. At Thabrani)
dan juga
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآن اِقْرَأ وَارْتَقِ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّل فِيْ الدُنْيَا، فَإِنَّ مَنْزلكَ عِنْدَ آخِر آية تَقْرَؤُهَا
Dikatakan kepada para penghafal Al-Qur’an (di hari kiamat), “Bacalah dan naiklah. Tartiklkanlah sebagaimana engkau menartilkannya di dunia karena derajatmu di surga tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca." (HR. Abu Dawud)
Menghafal Al-Qur'an bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan ketekunan. Oleh karena itu, Allah SWT. menyiapkan ganjaran yang setimpal dengan kesulitan dan pengorbanan para penghafalnya. Manfaatnya tidak hanya untuk akhirat saja, tapi juga ada beragam manfaat yang bisa didapatkan oleh penghafalnya di dunia terutama bagi para pelajar yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
Meningkatkan Kapasitas Ingatan Otak
Sebagai pelajar, otak yang terlatih merupakan aset yang berharga dalam belajar. Tidak bisa diabaikan bahwa menghafal merupakan elemen fundamental dalam proses belajar. Proses memahami tidak bisa terjadi tanpa terlebih dahulu melewati proses mengingat. Di sini lah menghafal Al-Qur'an dapat membantu siswa. Kebiasaan ini akan melatih otak siswa untuk mengingat. Kemampuan menghafal yang diasa oleh Al-Qur'an ini akan membantu siswa menyerap informasi yang diberikan di ruang kelas.
Memperpanjang Rentang Perhatian (Attention Span)
Hari ini anak-anak banyak mengonsumsi media berdurasi pendek yang berpotensi merusak rentang perhatian mereka yang kemudian akan menyulitkan untuk fokus dalam jangka panjang. Pengaruhnya bisa berdampak buruk terhadap performa belajar mereka. Alhasil, hari ini kita mudah menjumpai siswa-siswa yang kesulitan untuk memahami teks panjang.
Proses menghafal Al-Qur'an yang sejatinya memerlukan waktu panjang bisa menjadi penyelamat bagi para siswa. Untuk menghafal, siswa butuh berlama-lama fokus ke bagian yang ingin ia hafalkan. Jika dibiasakan, menghafal Al-Qur'an mampu menjadi terapi bagi rentang perhatian siswa yang selama ini dirusak beragam media yang mereka konsumsi.
Membentuk Pribadi yang Qurani
Proses menghafal yang baik pastinya melibatkan upaya memahami apa yang dihafalkan. Al-Qur'an dipenuhi banyak ibrah yang bisa dipetik oleh orang-orang yang beriman. Saat Aisyah RA. ditanya soal akhlak Rasulullah SAW., beliau ringkas menjawab:
فَإِنَّ خُلُقَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كَانَ القُرآنَ
Sesungguhnya akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Al-Qur’an. (H. R. Muslim)
Al-Qur'an adalah kitab tuntunan kaum muslimin dalam meniti hidup. Dalam menghafal Al-Qur'an tentu saja penghafal juga melewati proses mempelajari kandungannya supaya membantu proses menghafal itu. Lewat pelajaran ini, penghafal terpapar dengan nilai-nilai keislaman yang bisa diterapkan dalam hidupnya.
Melatih Kesabaran dan Ketekunan
Proses menghafal menuntut kesabaran dan ketekunan. Kedua sifat yang bisa menjadi modal penting bagi seorang pelajar. Menguasai sebuah mata pelajaran atau materi tertentu kadang tidak mudah dan instan. Bagi pelajar yang sabar dan tekun, proses penguasaan itu bisa dilaluinya dengan baik hingga tuntas. Singkatnya, kebiasaan menghafal Al-Qur'an dapat membantu siswa dalam melatih sikap yang tepat dalam aktivitas belajar sehari-harinya.
Bagaimana Program Tahfizhul Qur'an di YPWI Pangkep?
Di setiap unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah Pangkep, siswa diberikan hafalan Al-Qur'an wajib. SD IT Abu Bakr Ash Shiddiq mewajibkan siswa menghafal juz 29 dan 30. SMP IT Umar Bin Khattab mewajibkan 3 juz hafalan dan mendorong siswa-siswa yang mampu untuk menghafal lebih banyak lagi. Kebijakan yang sama pula berlaku di SMA IT Utsman Bin Affan. Alhasil, lulusan darai tiap unit punya nilai lebih berupa hafalan Al-Qur'an.
Rujukan:
- Enam Keutamaan Menghafal Al-Qur'an. (2022, Oktober 3). Dilansir dari Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an An-Nur: https://www.an-nur.ponpes.id/read/5/enam-keutamaan-menghafal-al-quran
- Empat Manfaat Menghafal Al-Qur'an. (2021, Oktober 2). Dilansir dari MUI Digital: https://mirror.mui.or.id/hikmah/31797/empat-manfaat-menghafal-alquran/
- Kwik, J. (2023, Maret 23). 10 Advantages of A Trained Memory. Dilansir dari Jim Kwik: https://jimkwik.com/blog/10-advantages-of-a-trained-memory


